Masa Depan Layanan 3G di Indonesia
Sistem komunikasi nirkabel generasi ketiga (Third Generation, 3G) dikembangkan dari sistem-sistem yang ada di generasi kedua (2G). Generasi ketiga mulai disiapkan sejak tahun 1992 ketika ITU (International Telecommunication Union), organisasi telekomunikasi dunia, mulai bekerja dalam standar yang diberi nama IMT 2000. Dalam perkembangannya IMT 2000 terbagi menjadi dua teknologi populer yaitu CDMA (Code Division Multiple Access) 2000 dan WCDMA (Wideband CDMA), dengan tidak ada jaminan bahwa telepon dari satu teknologi akan dapat dioperasikan pada teknologi lainnya.
Teknologi CDMA 2000 terdiri dari standar-standar CDMA2000 1xRTT, CDMA2000 1xEVDO, CDMA2000 1xEVDV, dan CDMA2000 3xRTT, dikembangkan oleh 3GPP2 (3rd Generation Project2). Standar CDMA 2000 yang sudah diimplementasikan di Indonesia adalah CDMA2000 1xRTT, dan CDMA2000 1xEVDO (Code Division Multiple Access – 1x Evolution Data Optimized). Teknologi WCDMA atau di Eropa dikenal dengan istilah UMTS (Universal Mobile Telecommunication System) dikembangkan oleh 3GPP (3rd Generation Project).
WCDMA atau UMTS secara luas didukung oleh operator GSM di seluruh dunia. UMTS bukan merupakan peningkatan langsung dari teknologi GSM dan membutuhkan setidaknya 5 MHz spektrum, operator yang mendukung UMTS harus membeli spektrum baru untuk menggunakan teknologi ini. UMTS menjanjikan penggunaan layanan suara dan data dengan kapasitas maksimum 2 Mbps melalui kanal 5 MHz.
CDMA 2000 banyak didukung oleh operator CDMA di seluruh dunia dan dirancang untuk beroperasi pada spektrum yang sama dengan jaringan CdmaOne sehingga tidak membutuhkan spektrum baru. CDMA 2000 1xEVDO menawarkan kecepatan transfer data hingga 2,4 Mbps.
Saat ini di Indonesia terdapat tiga operator penyedia layanan 3G UMTS, yaitu. Telkomsel, Excelcomindo, Indosat. Dan tiga operator penyedia layanan 3G EVDO yaitu Mobile-8 dengan Fren-nya, Bakrie Telecommunication dengan Esia-nya dan Indosat dengan StarOne-nya.
Masa depan layanan 3G di Indonesia akan tetap bertahan dan terus dipakai oleh pengguna pribadi, kelompok maupun korporat dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini:
QoS (Quality of Service)
QoS Forum mendefinisikan QoS (Quality of Service) sebagai ukuran kolektif atas tingkat layanan yang disampaikan ke pelanggan, ditandai dengan beberapa kriteria yang meliputi availabilitas, error performance, response time and throughput, sambungan atau transmisi yang hilang akibat kongesti, waktu setup, dan kecepatan deteksi dan koreksi kesalahan. Arti lain QoS yang sederhana adalah penyediaan yang konsisten dan dapat diprediksi dari layanan pengiriman data.
Kecepatan Internet yang tinggi berdasarkan QoS sangat diperlukan untuk melakukan berbagai aplikasi Internet seperti video streaming, TV streaming, radio streaming, game online, VoIP, transfer data baik download atau upload, solusi korporat dan lain-lain. Jadi dengan kecepatan Internet yang benar-benar mendekati kecepatan teorinya (QoS yang bagus), pengguna Internet akan tetap loyal dan senang menggunakan layanan 3G tersebut.
Biaya Internet
Masalah biaya Internet bagi sebagian pengguna Internet akan menjadi masalah karena terbatasnya anggaran. Untuk itu dalam pemilihan layanan Internet akan diperhatikan apakah perhitungan biaya Internet berdasarkan waktu atau jumlah paket data. Masing-masing format perhitungan biaya tersebut memiliki keuntungan dan kerugian. Keuntungan jika berdasarkan waktu pemakaian adalah kita dapat melakukan aplikasi Internet yang melibatkan data yang besar tanpa takut mahal atau melebihi batas kuota data per bulan. Sedangkan kerugiannya ketika hanya membaca halaman web, menulis email, atau bahkan tidak ada lalu lintas data pun, tetap berjalan proses perhitungan biayanya.
Keuntungan jika menggunakan format jumlah paket data adalah berbeda perhitungan biaya ketika kita hanya membaca halaman web dibandingkan mendownload data yang besar. Tapi kerugiannya adalah apabila kita tidak mengetahui berapa jumlah paket data yang sudah kita pergunakan. Akibatnya bisa saja biaya yang dikeluarkan akan lebih besar atau melebihi kuota data per bulan.
Jadi tergantung operator penyedia layanan 3G bagaimana bisa memberikan format perhitungan biaya yang murah dan terjangkau bagi pengguna, dengan mengkombinasikan ukuran data, waktu akses, dan metode penghitungan biaya.
VAS (Value Added Services)
Daya tarik VAS bukan hanya pada pembebanan tarif setiap kali dipergunakan pengguna, tapi juga membangkitkan trafik berbayar di jaringan, dan menambah keberhasilan panggilan. Hal ini berdampak pada peningkatan pendapatan operator penyedia layanan. Jasa nilai tambah VAS juga dapat meningkatkan kekuatan produk, yang dipergunakan sebagai bagian dari keunggulan pemasaran. Dengan adanya VAS yang inovatif, operator dapat menarik pelanggan baru dan menahan keluarnya pelanggan yang telah ada, terutama jika kompetitor atau pesaing tidak atau belum dapat melakukannya.
Akses Layanan yang Mudah
Cara mengakses layanan 3G yang mudah dan disertai petunjuk yang gampang diikuti pengguna awam juga turut mempengaruhi pengguna baru atau lama untuk terus menggunakan layanan 3G. Akses layanan 3G dapat dilakukan melalui ponsel/handphone dengan WAP atau PDA/smartphone dengan HTTP atau melalui laptop dengan data card 3G yang dipasang ke laptop. Selain data card dapat juga menggunakan ponsel 3G sebagai modem, dimana koneksi antara ponsel dan laptop/PC dapat melalui kabel USB, Infrared, atau Bluetooth.
Implementasi Layanan 3G
Mobilitas adalah salah satu keunggulan utama layanan 3G dibandingkan layanan-layanan lainnya. Karena layanan 3G beroperasi di seluruh wilayah Indonesia sehingga memudahkan pengguna yang sering pergi keluar kota untuk tetap terhubung atau menerima informasi dari jaringan kantor. Untuk perusahaan-perusahaan yang memiliki kantor cabang di beberapa atau di seluruh wilayah Indonesia juga akan mudah dihubungkan menggunakan paket layanan korporat dari operator 3G.
Emansa Hasri Putra
Dosen Telekomunikasi
Politeknik Caltex Riau
emansa_hp@yahoo.com





0 Comments:
Post a Comment
<< Home